Senin, 21 November 2011

Tango hadir di saat ku sendiri

Senja pun datang kembali sore itu, aku terhanjut dalam buain pikiran yang tak kunjung hilang dari otakku, aku lari saja menuju tempat penghilang pikiran.yang hanya bisa kulihat warna biru lepas, armada yang terlihat cukup kecil di ujung sana bersama angin yang membawa gulungan ombak yang menderu begitu santainya.

Udara sore itu semakin berhembus, kududuk di permadani pasir putih yang terbentang luas, ditaungi oleh pepohonan kelapa yang ada di sepanjangnya. ku ungkapkan kekesalanku dengan menggenggam pasir yang masih bisa kuraih,tak seperti air. kurasakan semua ini tapi tak kunikmati, seperti pelangi yang punya warna yang indah tapi tak bisa kumiliki. makin lama aku termenung, semakin terasa perut ini bernyanyi,ku abaikan saja.

Lama semakin lama,dendangan keras perutku semakin terdengan,wajar saja dari pagi belum sempat menikmati sesuatu, aku mencoba mengambil minum dari tasku,ada air mineral yang bisa selalu kubawa setiap saat, ku ingat akan satu hal,aku menyimpan tango dalam tasku, ada satu bungkus tanggo yang kubeli kemaren di kantin kampusku, tanpa banyak bicara, kuambil tango itu dari tas, kubuka,kusobek bungkusnya, ada potongan-potongan kecil, aku makan saja. sungguh ku sangat menikmati potongan2 tango itu, begitu renyahnya, ku kunyah begitu lama sambil termenung, taksadar potongan ke5 pun habis begitu saja bertepatan suara adzan tiba,bergegaslah aku pulang :)

makasih tango udah buatsedikit lebih nyaman ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar